Minggu, 14 Februari 2010

MENJADI MANUSIA BERGUNA

Kadang kita menginkan sesuatu yang menurut kita memberikan kebahagiaan dan manfaat buat diri kita maupun orang lain, kadang pula keinginan itu menjadi khayalan yang tak berujung, sulit untuk menerka, mewujudkan dalam dunia nyata, kadang ide-ide kita hanyut terbawa arus, kadang terbang terhempas angin, kadang membeku menjadi gumpulan-gumpalan yang tak bisa kita bendung. Mimpi itu bukan hanya saat kita tidur, mimpi itu muncul dalam lamunan dengan membawa ide-ide cemerlang untuk menggagas hari esok yang lebih pasti, kadang itupun hanya ide-ide kosong tanpa makna.
Hidup ini akan berguna jika memberikan manfaat buat kita, keluarga dan tentunya orang lain. Tolong menolong dalam konsep agama sangat diperlukan. Jauh sebelum kita menganal agama sebagai ajaran, diri kita sudah di konstruk oleh budaya dan lingkungan bahwa kita tak akan hidup tanpa orang lain. Budaya tolong menolong dan gotong royong merupakan citra dan potret bangsa Indonesia, hingga akhirnya istilah “gotong royong” itu dijadikan sebagai model dalam kabinet pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri. Hal ini mencerminkan bahwa budaya saling asah, asuh dan asih merupakan potret dari warisan leluhur yang harus dilestarikan dan dijaga keeksistensinya, jika itu tiada?, maka Bangsa Indonesia akan hilang jati dirinya sebagai bangsa yang besar dan berbudi luhur.
Kaitannya dengan hidup yang berguna Rasulullah sebagai panutan Umat Islam telah mewariskan ajaran ini kepada sahabat dan ulama yang kemudian di wariskan kepada pengikut dan umatnya, beliau bersabda “Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat buat orang lain”. Pesan moral yang sangat singkat ini mngandung arti dan makna yang mendalam bahwa hidup manusia selain bergantung kepada Allah SWT juga kepada manusia dalam artian saling tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Inti ajaran Budha, Kristen, Hindu adalah tolong menolong dalam kebajikan untuk mdndapatkan kedamaian hidup di dunia dan di akhirat.
Berguna bagi manusia, kalau dia sudah mampu memberikan secuel harapan bagi orang lain untuk menatap hari esok yang lebih pasti, memberikan senyuman dan tawa ria kepada orang yang kesusahan menghadapi hidup, menolong orang (ringan tangan- kenyang perut) buat siapa saja yang memerlukan. Kadang pula kita hanya merenung, befikir dan berfikir terus tanpa ada jedah, merenugkan nasib yang tak tentu. Ingin rasanya kita membatu, meringankan beban orang, tapi kita tidak punya kemampuan untuk menolong, ingin rasanya berbagi suka dengan orang lain, tapi suka itu tidak pernah menghampiri, ingin rasanya menjadi orang yang serba ada, justru serba-serbi yang mengelilingi kita dengan bau sengat. Entah apa yang kita perbuat, untuk bisa berguna buat orang lain? [bersambung….]

0 komentar:

Template by - Abdul Munir - 2008